Skip to main content

Kritik-Kritik Siswa Ke Guru




Siswa 1 katanya "Pengajaran yang bapak lakukakan relatif baik dan bagus, hanya saja suara bapak menjelaskan agak pelan, sehingga itu saya meminta kepada bapak agar dikencangkan sedikit suaranya. Hanya itu penialaian dari saya".

Siswa 2 Katanya "Saya menyukai metode yang bapak gunakan terutama metode pembelajaran melalui Google Classroom. Jika belajar diruangan saya bosan dan gerah. Solusinya seperti sesekali belajar diluar ruangan dan membuat diskusi agar terjadi pertukaran pendapat antara siswa. Sesekali juga bisa bermain sambil belajar supaya tidak bosan.

Siswa 3 Katanya "Menurut saya pembelajaran bapak sangat bagus karena banyak melakukan diskusi atau sharing sehingga saya dapat menambah wawasan, tetapi ketika bapak mengajar suara bapak kecil sehingga tidak dapat di dengar. Saran saya suara bapak agak dibesarkan sedikit.

Siswa 4 Katanya "Cara mengajar bapak kurang semangat dan tidak tau apa penyebabnya. Kalau bisa, bapak harus lebih semangat untuk melakukan proses mengajar. Bagi saya bapak asyik, maksudnya asyik tidak suka marah-marah dan kalau bisa tingkatkan lagi.

Siswa 5 Katanya "Menurut saya model pembelajaran yang bapak terapkan kepada kami itu sudah bagus. Seperti melaksanakan diskusi dipertemuan-pertemuan dan juga telah membuatkan kami aplikasi Google Classroom. Melaksanakan diskusi itu dapat melatih kita dalam bekerja sama untuk memecahkan suatu masalah dan yang paling utama kita dapat berbicara dihadapan teman-teman dengan tidak malu. Menurut saya bapak mengajar harus lebih tegas lagi agar anak murid bapak tidak ada yang pandang enteng terhadap bapak. Hal tersebut seperti ketika ada anak murid bapak pada saat bapak sedang menjelaskan mereka hanya bermain mereka harus diberi hukuman. Agar mereka jera untuk bermain pada saat guru sedang menjelaskan.

Siswa 6 Katanya "Pembelajaran bapak sangat baik apa lagi remedial melalui online yang paling saya suka karena mengikuti era Modern. Belajar di pohon ketapang pak !!! Biar nggak ngantuk.


Comments

Popular posts from this blog

Masih Bingung Mengatasi Kebiasaan Siswa Menyontek ? Berikut Solusinya

Ilustrasi Menyontek ( Sumber : ahzaa.net ) Bapak/Ibu guru pasti pernah menemukan siswa yang menyontek ketika ujian ? Baik itu melirik jawaban teman maupun menyimpan bahan materi ke dalam saku, kaos kaki bahkan mencatat di meja. Nah, kebiasaan ini sesungguhnya sangat berdampak buruk bagi siswa itu sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik harus lebih intensif menginformasikan tentang dampak buruk menyontek bagi siswa di masa depannya. Untuk mengatasi kebiasaan menyontek ini berikut langkah yang harus guru lakukan. Baca Juga Membentak Anak Membunuh Milyaran Sel Otaknya 1. Menginformasikan dampak buruk kebiasaan menyontek Dampak buruk terhadap kebiasaan menyontek ( Sumber : erabaru.net ) Hal yang harus kita lakukan adalah memberikan pemahaman dan juga nasehat terhadap siswa tentang dampak buruk kebiasaan menyontek. Secara tidak langsung, kebiasaan ini membuat alam bawah sadar siswa untuk lebih percaya orang lain ketimbang percaya kepada diri sendiri. Bukan hanya ...

Ajarkan Mandiri, Karena SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA. JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri . Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu, ya jadi koki, ya jadi tukang cuci. ya jadi ayah, ya jadi supir, ya jadi tukang ledeng, Anda bukan anggota tim SAR! Anak anda tidak dalam keadaan bahaya. Tidak ada sinyal S.O.S! Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya. Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!". Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja". Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan". Kecipratan sedikit minyak "Sudah sini, Mama aja yang masak". Kapan anaknya bisa? Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, Apa yang terjadi ketika bencana benar-benar datang? Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri. Kemampuan menangani stress, Menyelesaikan masala...

MENDETEKSI POTENSI KECERDASAN ANAK MELALUI RAPOR SEKOLAH

-Tips bagi orang tua cara membaca Raport sekolah- Pertengahan bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri  kita. Saya ikut bahagia di hari yang penuh ceria ini, dan izinkan saya berbagi tips buat Bapak/Ibu semua. Tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda. Namun jika perspektifnya sama, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Alhamdulillah. Yang utama semoga  bermanfaat untuk kita semua. Raport adalah *Progress Report Pembelajaran* laporan perkembangan ananda selama satu semester dalam menempuh  seperangkat materi pelajaran dan *BUKAN hasil akhir* Oleh karenanya saat menerima raport  lakukan hal-hal  berikut : 1.  *Tutup raport* terlebih dulu !. Tanyakan kepad ananda Pelajaran apa yang ia sukai dan siapakah guru yang ia sukai. Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam raport. Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yg kemudian mengarahkan kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya un...