Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

4 Cara Membantu Anak Memahami Emosinya

Bagaimana sich caranya kita bisa deal sama emosi yang terjadi di anak : 1 MENDENGARKAN DENGAN  EMPATI Kita terima perasaannya dengan apa, misal anaknya lagi teriak-teriak. Yang kita lakukan pertama kali adalah yuuuk kita be mindfull dulu sebagai parents, kita diam dulu, kita dengarkan dengan baik-baik. Ini anak lagi merasakan apa ya ? Sedih, Kecewa, Kesal atau apa gitu...Setelah kita dengarkan... 2 MERESPON Kita respon dengan menerima perasaannya dia, bukannya kita neglect perasaannya dia 3 MENJELASKAN EMOSINYA Kita kasih nama perasaannya itu apa sich,,,kadang-kadang anak itu suka tidak tahu nama emosinya itu apa sich...orang tua itu juga alangkah baiknya kalau misalnya bisa kasih nama ke emosinya. Misal, bilangnya "oh kamu itu lagi sedih ya"?, "kamu itu lagi kecewa ya"?. Jadi, lain kali kalau misalnya dia tahu lagi sedih atau misalnya dia lagi kecewa , dia tahu apa yang harus dia lakukan dan jangan takut salah kasih nama, karena itu ...

Jangan Ngana Bentak Anakmu, Inilah Dampaknya...!

Bapak/Ibu yang budiman, tahukah kalian bahwa di dalam setiap kepala seorang anak terdapat lebih dari 10 trilyun sel otak yang siap tumbuh? Otak Anak (Sumber : pondokibu.com) Apa selama ini Anda masih sering membentak anakmu agar mereka patuh? Cara tersebut dapat membunuh lebih dari 1 milyar sel otak anakmu ya. Kemudian, satu cubitan atau pukulan juga bisa membunuh lebih dari 10 milyar sel otak saat itu juga. wah, menyeramkan bukan ? Menurut seorang profesor psikiater di Harvard Medical School, Martin Teicher, pada satu bentakan, akan terjadi kerusakan pada struktur otak anak. Apalagi jika siswa tersebut sering dibentak, saluran yang menghubungkan otak kanan dan kiri menjadi lebih kecil. Hal ini akan berpengaruh pada area otak yang berhubungan dengan emosi dan perhatian. Martin Teicher ( Sumber : linkedin.com ) Parahnya lagi, menurut penelitian Lise Gliot dari Fakultas Kedokteran Chicago, di usia golden age (2-3 tahun), jika anak dimarahi maka bisa menggugurkan sel o...

Kritik-Kritik Siswa Ke Guru

Siswa 1 katanya "Pengajaran yang bapak lakukakan relatif baik dan bagus, hanya saja suara bapak menjelaskan agak pelan, sehingga itu saya meminta kepada bapak agar dikencangkan sedikit suaranya. Hanya itu penialaian dari saya". Siswa 2 Katanya "Saya menyukai metode yang bapak gunakan terutama metode pembelajaran melalui Google Classroom . Jika belajar diruangan saya bosan dan gerah. Solusinya seperti sesekali belajar diluar ruangan dan membuat diskusi agar terjadi pertukaran pendapat antara siswa. Sesekali juga bisa bermain sambil belajar supaya tidak bosan. Siswa 3 Katanya "Menurut saya pembelajaran bapak sangat bagus karena banyak melakukan diskusi atau sharing sehingga saya dapat menambah wawasan, tetapi ketika bapak mengajar suara bapak kecil sehingga tidak dapat di dengar. Saran saya suara bapak agak dibesarkan sedikit. Siswa 4 Katanya "Cara mengajar bapak kurang semangat dan tidak tau apa penyebabnya. Kalau bisa, bapak harus lebih semangat untu...

Guru Itu " AKTOR" bukan "ADMINISTRATOR"

Aktor ( Sumber : womantalk.com ) Guru adalah ujung tombak dalam proses pembelajaran. Benar bahwa orang dapat belajar secara otodidak alias tanpa guru. Membaca buku dan mengunduh dari internet, tapi belajar tanpa guru sangat beresiko. Akibatnya, bisa saja ilmu yang dipelajari tidak utuh atau tidak sesuai. orang bisa menjadi sesat dan juga menyesatkan jika belajar tanpa guru. Saat ini, guru harus dituntut profesional, meningkatkan kompetensi, dan selalu memperbaharui informasi agar tidak menjadi guru kudet atau istilahnya guru kurang update . Dewasa ini tantangan yang dihadapi para guru sangat tinggi. Selain mendidik dan mengajar, guru juga wajib membuat administrasi pembelajaran yang formatnya dari tahun ke tahun makin ribet dan buat pusing kepala guru. Bener gak...? heheheh. Misalnya baru saja selesai membuat satu RPP, eh,,, malah muncul peraturan baru tentang penyusunan RPP.

Guru Profesional, Bukan Guru Abal-Abal

Guru Profesional ( Sumber : membumikanpendidikan.com ) Pendidikan menjadi kunci kemajuan sebuah bangsa, dan guru yang menjadi aktor utamanya. Sungguh berat tanggungjawab yang dibebankan ke pundak guru. Walaupun demikian, guru-guru yang nuraninya terpanggil menjadi guru akan mencintai pekerjaannya, dan melaksanakannya dengan penuh dedikasi. Jiwa guru akan tetap melekat walau telah pensiun. Menurutnya, mengajar dan mendidik merupakan sebuah perjuangan sekaligus rekreasi yang sangat mengasyikkan. Maka dari itu dia akan senang dalam melaksanakan tugas walau hambatan dan tantangan menghadang. Banyak guru yang harus menempuh jarak puluhan kilometer menuju sekolah, lewati hutan, sungai, lautan dan jalan yang becek untuk tanggungjawab mereka sebagai guru. 

Masih Bingung Mengatasi Kebiasaan Siswa Menyontek ? Berikut Solusinya

Ilustrasi Menyontek ( Sumber : ahzaa.net ) Bapak/Ibu guru pasti pernah menemukan siswa yang menyontek ketika ujian ? Baik itu melirik jawaban teman maupun menyimpan bahan materi ke dalam saku, kaos kaki bahkan mencatat di meja. Nah, kebiasaan ini sesungguhnya sangat berdampak buruk bagi siswa itu sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik harus lebih intensif menginformasikan tentang dampak buruk menyontek bagi siswa di masa depannya. Untuk mengatasi kebiasaan menyontek ini berikut langkah yang harus guru lakukan. Baca Juga Membentak Anak Membunuh Milyaran Sel Otaknya 1. Menginformasikan dampak buruk kebiasaan menyontek Dampak buruk terhadap kebiasaan menyontek ( Sumber : erabaru.net ) Hal yang harus kita lakukan adalah memberikan pemahaman dan juga nasehat terhadap siswa tentang dampak buruk kebiasaan menyontek. Secara tidak langsung, kebiasaan ini membuat alam bawah sadar siswa untuk lebih percaya orang lain ketimbang percaya kepada diri sendiri. Bukan hanya ...