Skip to main content

Masih Bingung Mengatasi Kebiasaan Siswa Menyontek ? Berikut Solusinya

Ilustrasi Menyontek
( Sumber : ahzaa.net )
Bapak/Ibu guru pasti pernah menemukan siswa yang menyontek ketika ujian ? Baik itu melirik jawaban teman maupun menyimpan bahan materi ke dalam saku, kaos kaki bahkan mencatat di meja. Nah, kebiasaan ini sesungguhnya sangat berdampak buruk bagi siswa itu sendiri. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik harus lebih intensif menginformasikan tentang dampak buruk menyontek bagi siswa di masa depannya. Untuk mengatasi kebiasaan menyontek ini berikut langkah yang harus guru lakukan.

Baca Juga Membentak Anak Membunuh Milyaran Sel Otaknya

1. Menginformasikan dampak buruk kebiasaan menyontek

Dampak buruk terhadap kebiasaan menyontek
( Sumber : erabaru.net )
Hal yang harus kita lakukan adalah memberikan pemahaman dan juga nasehat terhadap siswa tentang dampak buruk kebiasaan menyontek. Secara tidak langsung, kebiasaan ini membuat alam bawah sadar siswa untuk lebih percaya orang lain ketimbang percaya kepada diri sendiri. Bukan hanya itu, dampak yang timbul dari kebiasaan menyontek ini membuat siswa menjadi (Maaf) bodoh dan tidak mau belajar karena hanya berharap dengan orang lain. Kebiasaan ini juga salah satu faktor penyebab munculnya rasa malas dan juga sikap tidak bertanggungjawab atas apa yang di amanah kan kepadanya. Sampaikan juga ke siswa bahwa jika kedapatan melakukan hal tersebut maka tidak ada guru yang percaya dengan mereka. Dengan mengetahui dampak tersebut, siswa akan berpikir dua kali menyontek.

2. Memuji siswa walaupun usahanya belum memenuhi standar

Berikan apresiasi kepada siswa
( Sumber : bimba-aiueo.com )
Sebaiknya siswa yang sudah berusaha dan masih juga gagal harus diberi apresiasi. Perlakuan ini dapat menghindari siswa dari rasa rendah diri dan merasa percaya diri lebih untuk mereka. Dengan cara mengapresiasi ini, akan mendorong motivasi siswa agar lebih giat dalam belajar dan meningkatkan kemampuan mereka.




Comments

Popular posts from this blog

Ajarkan Mandiri, Karena SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA. JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri . Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu, ya jadi koki, ya jadi tukang cuci. ya jadi ayah, ya jadi supir, ya jadi tukang ledeng, Anda bukan anggota tim SAR! Anak anda tidak dalam keadaan bahaya. Tidak ada sinyal S.O.S! Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya. Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!". Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja". Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan". Kecipratan sedikit minyak "Sudah sini, Mama aja yang masak". Kapan anaknya bisa? Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, Apa yang terjadi ketika bencana benar-benar datang? Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri. Kemampuan menangani stress, Menyelesaikan masala...

MENDETEKSI POTENSI KECERDASAN ANAK MELALUI RAPOR SEKOLAH

-Tips bagi orang tua cara membaca Raport sekolah- Pertengahan bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri  kita. Saya ikut bahagia di hari yang penuh ceria ini, dan izinkan saya berbagi tips buat Bapak/Ibu semua. Tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda. Namun jika perspektifnya sama, اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Alhamdulillah. Yang utama semoga  bermanfaat untuk kita semua. Raport adalah *Progress Report Pembelajaran* laporan perkembangan ananda selama satu semester dalam menempuh  seperangkat materi pelajaran dan *BUKAN hasil akhir* Oleh karenanya saat menerima raport  lakukan hal-hal  berikut : 1.  *Tutup raport* terlebih dulu !. Tanyakan kepad ananda Pelajaran apa yang ia sukai dan siapakah guru yang ia sukai. Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam raport. Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yg kemudian mengarahkan kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya un...